.
Assalàmu ‘alaikum wr.wb.

Pembaca yang dikasihi Allah.

Seiring pertumbuhan zaman yang semakin canggih dan modern, perkembangan pola pikir manusia pun menjadi semakin luas. Apa-apa yang dahulu dianggap sebagai sesuatu yang mustahil, ternyata hal itu kini menjadi nyata.

Namun demikian, bukan berarti tak ada yang mustahil di dunia ini bagi manusia. Setiap perkara yang mustahil tetaplah mustahil adanya. Sedangkan, semua pencapaian manusia di jaman modern ini yang dahulu dianggap mustahil adalah sebenarnya memang bukanlah perkara mustahil. Melainkan adalah perkara yang bersifat “mungkin.” Namun, karena pada jaman dahulu belum saatnya untuk terwujudnya perkara “mungkin” tersebut, maka tampaklah perkara itu seperti halnya sesuatu yang mustahil, padahal tidak.

Ingat, pepatah mengatakan “bahwasanya hidup ini berawal dari mimpi.”

Memang itulah kenyataannya. Bisa jadi, segala pencapaian di masa kini merupakan mimpi-mimpi di masa lampau. Dan mimpi-mimpi di masa kini yang tak kunjung terwujud, kelak akan menjadi nyata dan terwujud pula di masa mendatang. Wallàhu a’lam..

Dalam Islam pun dijelaskan, bahwa sebelum terlahir di dunia ini melalui proses kandungan, tempat manusia adalah di alam ruh. Sebenarnya, keberadaan alam ruh jauh lebih luas daripada dunia ini dan tak terbatasi oleh keberadaan jasadiah. Meski demikian, manusia tidak akan mencapai kesempurnaan tanpa menjalani kehidupan di dunia yang serba terbatas ini. Dan pada postingan kali ini, saya tidak hendak menjabarkan mengenai alam ruh.

Pada intinya, selama hidup seseorang tidak bisa lepas dari alam ruh, begitu pula dari perkara-perkara yang bersifat mungkin dan impian. Sebab, mimpi merupakan bagian dari kehidupan alam ruh dan sebagian dari mimpi merupakan hal yang bersifat mungkin.

Keterhubungan manusia dengan alam ruh ketika hidup di dunia, tidak hanya ketika dalam posisi tertidur dan mengalami mimpi semata. Dalam posisi terjaga pun manusia sebenarnya tetap terhubung dengan ruh dan juga perkara yang sifatnya mungkin.

Mungkin, kita harus lebih dalam menganalisa hal-hal yang bersifat mungkin dan lebih memahami antara “perkara mungkin dan mustahil”. Jangan sampai kita mudah memfonis sesuatu sebagai perkara yang mustahil terwujud ataupun pasti terwujudnya.

Meski postingan ini begitu singkat, namun setidaknya memberikan gambaran bagi kita mengenai perkara yang mungkin bisa terjadi dan juga mustahil akan terjadi.

Akhirnya, mari kita merenung sejenak untuk mencoba memahami dan membedakan antara perkara mungkin dan mustahil.
Cukup sekian postingan sebagai bahan renungan kita kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Wassalàmu ‘alaikum wr.wb.
.

Facebook Comments